Selasa, 06 Januari 2009

Peranan Pendidikan Sains

Pendidikan sains, seperti pendidikan pada umumnya, memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian dan perkembangan intelektual anak. Suharjo (2006: 1) mengatakan Pendidikan pada umumnya memiliki peranan dalam mengembangkan aspek fisik, intelektual, religius, moral, sosial, emosi, pengetahuan dan pengalaman peserta didik
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pendidikan sains. senantiasa mengalami pengkajian ulang dan pembaruan untuk mencari bentuknya yang paling sesuai. Pembaruan dan pengembangan pendidikan sains diupayakan dengan melihat kesesuaiannya dengan hakikat sains itu sendiri dan perkembangan anak. Penyesuaian ini tentu saja akan membawa warna dalam praktek pendidikan sain (pembelajaran sains) di lingkungan pendidikan formal (sekolah) (,Sumaji Dkk 1997: 112-114).
Pendidikan sains diajarkan mulai tingkat sekolah dasar dan berperan penting dalam keseluruhan proses pendidikan. Pendidikan sains merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi dan diupayakan sehingga memperoleh kedudukan sejajar dengan seluruh tahapan dalam dunia pendidikan. Pedidikan sains pada tingkat dasar akan dapat memberi kontribusi yang signifikan pada seluruh proses pendidikan anak dan memperkaya hidupnya. Dalam buku theories of personality menjelaskan dalam teori Skinner bahwa ilmu memiliki tiga karakter utama: 1) ilmu bersifat kumulatif, 2) ilmu adalah sikap yang lebih menghargai observasi empiris, 3) ilmu adalah pencarian terhadap tatanan dan kaidah hubungan. (,Sumaji Dkk 1997: 112-114)

PENGEMBANGAN KURIKULUM

Ø Pertanyaan-pertanyaan tentang pengenalan kurikulum dalam pembahasan pada pengembangan kurikulum “(Chapter 7)”

Bagaimana anda menguraikan pendekatan ilmiah secara teknis kepada pengembangan kurikulum?
.Apa yang diperankan Bobbitt dan Charters memainkan di dalam pengembangan kurikulum?
Secara bagaimana berbagai model-model dari pendekatan ilmiah yang teknis?
Gambarkan pendekatan yang awam kepada pengembangan kurikulum. Menjelaskan bagaimana gaya kesabaran! dari pengembangan kurikulum dengan teknis dan pendekatan kepada pengembangan kurikulum.
Bagaimana mungkin pengembangan kurikulum didekati sebagai percakapan?
Bagaimana cara model postpositivist dari kurikulum meningkatkan gagasan untuk intuisi dan atau imajinasi di dalam pendidikan?
Komponen yang mana bersifat pusat kepada proses pengembangan kurikulum?
Kunci pengetahuan kurikulum apakah dalam mengembangkan suatu kurikulum? Perlukah peran-peran dari para siswa, orang tua, dan penduduk-penduduk masyarakat ditingkatkan?